Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan mulai menaikkan iuran pesertanya. Kenaikan iuran ini akan berlaku mulai 1 April 2016. Baca juga: PERHATIAN Peserta BPJS, Tidak Ditanggung Biayanya Dua Jenis Penyakit dan Lima Operasi Ini. Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan ini baru saja dikeluarkan, Kamis, 10 Maret 2016. Baca juga: BAUU, Harga Jengkol Lebih Mahal dari Ayam, Kamu Pilih Mana? Dalam Perpres tersebut terdapat beberapa perubahan iuran peserta BPJS Kesehatan. Untuk peserta pekerja bukan penerima upah dan Peserta bukan pekerja, berikut rincian kenaikan iuran jaminan kesehatan yang dikutip dari data BPJS Kesehatan. - Untuk kelas III, naik dari Rp 25.500 per orang per bulan, menjadi Rp 30.000 per orang per bulan. - Untuk kelas II, naik dari Rp 42.500 per orang per bulan, menjadi Rp 51.000 per orang per bulan. - Untuk kelas I, ...
Tak hanya Medan atau Madura, orang-orang Jawa juga dikenal sebagai perantau yang ulung. Buktinya, mereka ada di mana pun. Mulai dari ujung barat sampai timur Indonesia. Alasannya sendiri macam-macam, entah karena domisili pasangan sampai untuk tujuan mendapatkan nasib yang lebih baik. Nah, keunikan orang Jawa ketika merantau ini adalah sambutan terhadap mereka yang benar-benar terbuka alias diterima. Ya, di mana pun, orang Jawa selalu disukai orang-orang sekitarnya. Bahkan kita cukup jarang mendengar orang Jawa rantauan berbuat rusuh atau melakukan anarkisme-anarkisme. Orang Jawa dibesarkan dengan nilai-nilai. Dan inilah yang mereka pegang sebagai pedoman hidup, di mana pun mereka berada. Nah, berikut adalah alasan-alasan kenapa Wong Jowo selalu bisa mendapatkan hati banyak orang-orang di sekitarnya. 1. Orang Jawa Kalem dan Lebih Suka Ngalah Seperti halnya Medan yang keras atau orang Timur yang bicaranya tinggi, orang-orang Jawa juga terkenal akan ciri khas mereka yang...
Pendukung Persija Jakarta, The Jakmania, dilarang datang atau menonton langsung semua pertandingan Persija hingga akhir kompetisi Torabika Soccer Championship. Keputusan ini diambil sebagai buntut keributan berdarah pada pertandingan Persija melawan Sriwijaya FC, di GBK Jakarta, Jumat (24/6). Yang membuat rekomendasi itu adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, PT Gelora Trisula Semesta, Polda Metro Jaya, PSSI, dan manajemen Persija Jakarta, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Senin (27/6). Tidak hanya memberikan larangan kepada Jakmania mendukung tim kebanggaannya, rapat itu juga memutuskan Persija tidak boleh mendapatkan dukungan suporter selama enam pertandingan kandang dan tandang sejak 3 Juli. "Suporter Jakmania dilarang hadir sampai akhir kompetisi," kata Nahrawi. Pertandingan antara tuan rumah Persija melawan Sriwijaya FC saat itu harus dihentikan pada menit 81 karena terjadi kerusuhan serius antara The Jakmania dengan poli...