Tak hanya Medan atau Madura, orang-orang Jawa juga dikenal sebagai perantau yang ulung. Buktinya, mereka ada di mana pun. Mulai dari ujung barat sampai timur Indonesia. Alasannya sendiri macam-macam, entah karena domisili pasangan sampai untuk tujuan mendapatkan nasib yang lebih baik. Nah, keunikan orang Jawa ketika merantau ini adalah sambutan terhadap mereka yang benar-benar terbuka alias diterima. Ya, di mana pun, orang Jawa selalu disukai orang-orang sekitarnya. Bahkan kita cukup jarang mendengar orang Jawa rantauan berbuat rusuh atau melakukan anarkisme-anarkisme. Orang Jawa dibesarkan dengan nilai-nilai. Dan inilah yang mereka pegang sebagai pedoman hidup, di mana pun mereka berada. Nah, berikut adalah alasan-alasan kenapa Wong Jowo selalu bisa mendapatkan hati banyak orang-orang di sekitarnya. 1. Orang Jawa Kalem dan Lebih Suka Ngalah Seperti halnya Medan yang keras atau orang Timur yang bicaranya tinggi, orang-orang Jawa juga terkenal akan ciri khas mereka yang...
Pendukung Persija Jakarta, The Jakmania, dilarang datang atau menonton langsung semua pertandingan Persija hingga akhir kompetisi Torabika Soccer Championship. Keputusan ini diambil sebagai buntut keributan berdarah pada pertandingan Persija melawan Sriwijaya FC, di GBK Jakarta, Jumat (24/6). Yang membuat rekomendasi itu adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, PT Gelora Trisula Semesta, Polda Metro Jaya, PSSI, dan manajemen Persija Jakarta, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Senin (27/6). Tidak hanya memberikan larangan kepada Jakmania mendukung tim kebanggaannya, rapat itu juga memutuskan Persija tidak boleh mendapatkan dukungan suporter selama enam pertandingan kandang dan tandang sejak 3 Juli. "Suporter Jakmania dilarang hadir sampai akhir kompetisi," kata Nahrawi. Pertandingan antara tuan rumah Persija melawan Sriwijaya FC saat itu harus dihentikan pada menit 81 karena terjadi kerusuhan serius antara The Jakmania dengan poli...
Alur kehidupan selalu berubah. Ada kalanya terasa ringan, namun tidak jarang terasa berat. Dalam satu waktu, ada saatnya manusia mendapat masalah yang bertubi-tubi. Berusaha menyelesaikan, justru datang masalah lain yang semakin memberatkan. Dalam kondisi seperti itu, seorang muslim dituntut untuk memohon keringanan kepada Allah SWT. Saat menghadapi beratnya beban hidup, dianjurkan untuk bersabar dan memanjatkan doa ini, yang terkandung dalam Surat Al Baqarah ayat 286. "Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa. Rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alaa alladziina min qablina. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaa qatalanaa bihi. Wa’fu’annaa, waghfirlanaa, warhamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alaa al-qaumi al-kaafiriin." Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat, sebagaimana Engkau beban...